Kalau anda pecinta audio, maka pasti anda akan menganut salah satu dari agama audio yaitu SQ atau Sound Quality dan SPL atau Sound Pressure Level.
Apa bedanya?
Aliran SQ lebih mementingkan kualitas dari reproduksi suara yang mencakup banyak hal seperti dynamic range, rentang frekwensi dan clarity suara. Dynamic range yang dimaksud di sini adalah perbedaan atau rentang kekerasan suara dari besar ke kecil yang dihitung dengan satuan dB atau Decibel. Rentang frekwensi adalah berapa lebar frekwensi dari frekewensi terendah hingga frekwensi tertinggi yang bisa direproduksi. Sedangkan clarity lebih menonjolkan kepada detil suara yang dihasilkan.
Karena tiga hal tadi biasanya investasi yang dikeluarkan untuk mencapai kualitas yang diinginkan cenderung unlimited mencakup kabel, speaker, cd/dvd player, amplifier, ruang akustik dan banyak hal lain.
SPL cenderung dianut oleh kalangan muda, dan biasanya kebanyakan berasal dari daerah non Kota Besar. Penganut SPL lebih menyukai bentuk fisik dari peralatan audio yang sangat besar atau mentereng atau warna yang tidak lazim. Selain itu yang terutama bagi pecinta SPL adalah berapa keras /dahsyat suara yang bisa direproduksi. Jadi tidak heran jika penggemar SPL mengetes peralatan audio dengan memutar volume sampai maksimal untuk mengecek apakah suara yang dihasilkan tidak sember dengan volume itu.
Biaya yang perlu dikeluarkan untuk mencapai SPL yang dahsyat juga sangat besar terutama untuk pembelian Power Amplifier berdaya besar, Subwoofer, Speaker berdiameter besar dan lainnya.
Para penganut aliran Audio SQ dan SPL belum tentu pecinta musik, bisa saja mereka lebih suka untuk mendengarkan suara rekaman dari adegan sebuah film yang sanggup mendramatisir suasana daripada mendengarkan sebuah rekaman musik.
Kesamaan dari kedua penganut Agama Audio ini adalah sama-sama suka show off, hanya bedanya penganut SPL lebih show off ke kalangan umum, sedangkan para penganut SQ cenderung show off ke kalangan dekatnya.
So Are You SQ or SPL?















